4 Makna Bubur Merah Putih, Menu Istimewa Menyambut Tahun Baru Islam

4 Makna Bubur Merah Putih, Menu Istimewa Menyambut Tahun Baru Islam

Xukai – Saat merayakan Tahun Baru Islam, masyarakat Indonesia kerap menikmati sajian istimewa. Salah satunya adalah bubur merah putih yang merupakan tanda syukur.

Umat ​​Islam di Indonesia merayakan Tahun Baru Islam atau awal Muharram pada Rabu, 19 Juli 2023. Dalam memperingati hari istimewa tersebut, umat Islam memiliki tradisi mulai dari sembahyang hingga tradisi kuliner.

Memang tradisi kuliner menyambut tahun baru Islam berbeda-beda di setiap daerah, namun ada banyak menu spesial yang bisa di nikmati. Seperti tumpeng, kue apem, ingkung ayam, nasi kenduri dan bubur merah putih yang tidak boleh Anda lewatkan.

Bubur merah putih adalah hidangan wajib yang menunjukkan rasa terima kasih. Bubur biasanya di bawa ke masjid. Muslim kemudian berdoa bersama, dan kemudian makan bubur ini.

Ada beberapa makna menarik di balik bubur merah putih tersebut. Merangkum beberapa sumber, berikut penjelasannya!

1. Sajikan Bubur Merah Putih

Bubur merah putih atau bubur singkulu merupakan salah satu menu wajib dalam menyambut tahun baru Islam. Hidangan ini terdiri dari beras ketan yang di masak hingga empuk dengan santan.

Bubur ketan di campur dengan gula merah atau gula aren. Tidak semua bagian menggunakan campuran gula merah karena ada yang masih berwarna putih. Bagian bubur di campur dengan gula dan bagian putih di sajikan bersama.

Anda bisa menyajikan bubur merah putih dengan cara menghidangkan bubur merah terlebih dahulu, lalu menumpuknya di atas bubur putih. Bisa juga di sajikan dalam wadah sebagai bubur setengah merah dan bubur setengah putih. Teksturnya halus dengan rasa yang nikmat.

2. Simbol Menolak Bala

Di balik sajian istimewa ini, ada filosofi yang menarik. Budaya Jawa menyebut bubur merah putih sebagai simbol menolak nasib buruk atau menghindari masalah buruk.

Bubur merah putih biasanya di sajikan pada acara-acara seperti perayaan ulang tahun, pernikahan, musim panen, atau perayaan lainnya, sebagai bentuk rasa syukur karena terhindar dari mara bahaya atau musibah.

Penyajian bubur merah putih di percaya mampu menolak hal-hal negatif tersebut.

3. Arti warna pada bubur merah dan putih

Selain melambangkan penolak bencana, ramuan bubur merah putih juga memiliki arti tersendiri.
Warna bubur merah dan putih melambangkan keberanian dan kesucian. Dalam pengertian yang baik ini, bubur merah putih sering di sajikan pada acara kelahiran atau penamaan.

Bubur merah putih ini melambangkan harapan agar kelak sang anak tumbuh menjadi pribadi yang pemberani dan selalu berada di jalur yang benar, lapor reviens.id.

4. Makna bubur merah putih dalam mitologi Jawa

Selain kedua pengertian tadi, ada juga mitos Jawa yang mengartikan bubur merah putih dengan sangat berbeda. Orang Jawa sangat erat mengasosiasikan bubur dengan kehidupan manusia paling purba.

Inti putih melambangkan benih ayah, sedangkan inti merah melambangkan benih ibu. Jika bubur merah dan putih di satukan dalam satu mangkuk, itu melambangkan penyatuan dan keberadaan manusia baru.

Dengan demikian, bubur merah putih melambangkan kehidupan manusia di dunia. Sudah sejak lama bubur merah putih hadir di acara syukuran atau pankan sebagai harapan dan rasa syukur agar selalu selamat.

Baca Juga: Cara Buat Es Viral Mango Smoothie Enak Tidak Enek

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *