9 fakta ibu yang bunuh anak di Tritunggal Rembang Lalu Gantung Diri

9 fakta ibu yang bunuh anak di Tritunggal Rembang Lalu Gantung Diri

Xukai – Diduga depresi, seorang ibu tega membunuh bayinya yang berusia tiga minggu di Kabupaten Rembang. Kemudian dia membawa jenazah anak itu ke kantor polisi. Belakangan, sang ibu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Berikut fakta yang diketahui terkait kasus pembunuhan ibu mertua di Rembang yang berakhir dengan bunuh diri sang ibu:

1. Awal kasus pembunuhan anak di Rempang

Kasus seorang ibu yang membunuh anaknya di Tritungal, Rembang, terungkap saat seorang ibu berinisial NA (26) berjalan menggendong anaknya yang berjilbab ke Mapolres Rembang. Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa (9/5/2023) pukul 06.30 WIB Indonesia.

“Setelah itu, dia meminta bantuan untuk menguburkan anak yang dibawanya,” kata Kapolres Rembang AKBP Suryadi, Rabu (10/5/2023).

2. Seorang ibu membawa bayinya yang meninggal ke Polres Rembang

Kemudian anggota Polsek Rembang memeriksa kondisi bayi yang dibawa NA itu. Ternyata anak tersebut telah menjadi pucat dan meninggal.

“Kemudian kami melakukan interogasi terhadap Kak N.A,” kata Suryadi.

3. Sang ibu mengaku membunuh anaknya dengan cara dicekik

Kepada polisi, sang ibu, NA, mengaku telah membunuh anaknya. NA mengaku membunuh anak itu dengan mencekik lehernya. Polisi pun mengungkap mengapa NA tega membunuh anaknya.

“Dia bilang membunuh anak yang dikandungnya, yang merupakan anak kandungnya, dengan mencekik lehernya,” kata Kapolres Rembang AKBP Suryadi kepada detikJateng.

“Alasannya, anak yang merupakan anaknya sendiri mengalami kelainan bentuk sejak lahir,” imbuhnya.

4. Perilaku dan ucapan ibu berubah

Menurut Kapolres Rembang AKBP Suryadi, NA tampak berbincang-bincang saat berada di Mapolres Rembang. Perilaku dan ucapan NA juga berubah selama interogasi.

“Saat itu, diketahui perilaku dan bahasa Suster NA sering berubah-ubah dan cenderung mengoceh seperti orang depresi,” kata AKBP Rembang Kapolsek Suryadi.

Dari hasil otopsi di RSUD Rembang, ditemukan adanya pembengkakan pada pembuluh darah anak tersebut. Kemudian jenazah anak tersebut diserahkan kepada keluarganya atau ayahnya di Kabupaten Rembang untuk dimakamkan.

5. Polisi Cek kejiwaan terhadap ibu tersebut di RS Rembang

Mengetahui kondisi NA, polisi membawanya ke RS Rembang untuk dirawat. Menurut Suriyadi, perilaku Na sejak awal diketahui depresi dan sering berteriak serta mengoceh.

“Pelaku (NA) yang ditemukan di Polres Rembang dalam keadaan tertekan dan sering berteriak dan mengoceh, kemudian dibawa ke IGD RSUD Rembang untuk perawatan dan observasi serta dalam pengawasan dan perawatan di klinik psikiatri RS Rembang. ,” jelas Suryadi.

6. Sang ibu gantung diri di kamar mandi

NA, seorang ibu yang tega membunuh anaknya, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi, sedangkan di RS NA Rembang, ia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. NA ditemukan tewas pada Rabu (10/5/2023) pukul 05.30 WIB Indonesia.

“Ibunya meninggal tadi pagi sekitar pukul 05.30. Iya (bunuh diri),” kata Kepala Penerangan RSUD dr R Soetrasno Rembang, Tabah Tohamik.

Polisi mengungkap ibu anak tersebut bunuh diri dengan menggunakan tali perban di kamar mandi.

“Ibu ini bunuh diri dengan mengikatkan perban di lehernya di kamar mandi ruang kontrol,” kata Kapolres Rembang AKBP Suryadi kepada wartawan.

7. Hasil pemeriksaan psikologis NA dugaan depresi

Polisi dan tenaga medis memeriksa psikiater NA yang diduga depresi. Menurut keterangan polisi, N.A. menduga dirinya mendapat tekanan setelah anaknya menolak untuk menyusu.

“Kabarnya anak ini sakit, jadi ibunya stress terus pas dia nyusu anak ini dia gak mau. Jadi ibu ini agak marah atau kesal karena anak ini dicekik sampai mati. Kami sedang koordinasi dengan anak ini.” Al Soryadi menjelaskan bahwa pihak rumah sakit untuk memeriksa kondisi mental atau psikologis sang ibu.

8. Identitas ibu anak diketahui tetangga

Tetangganya di Kabupaten Rembang mengatakan bahwa N.A., seorang ibu yang membunuh anaknya, adalah seorang yang baik hati dan pekerja keras. Diketahui, NA telah menikah dengan suaminya selama delapan tahun dan memiliki dua orang anak. Anak pertamanya sudah duduk di bangku kelas dua.

Tetangganya berkata: “Almarhum baik. Tetangga dan kerabatnya juga baik. Kalau ada kegiatan sosial di lingkungan, dia juga rajin. Dia pekerja keras, ketika dia hamil dia masih bekerja di tukang kayu. ” Solkan.

Diketahui NA berasal dari daerah kota Rembang. “Keluarganya, tetangganya tidak menyangka, karena ternyata almarhum tidak ada

9. Jenazah ibu dan anak dimakamkan secara terpisah

Kini jenazah ibu dan anak itu sudah dikuburkan. Namun, keduanya dimakamkan di tempat yang berbeda karena ibunya meninggalkan wasiat untuk menguburkannya di kampung halamannya.

Solkan menyimpulkan, “Kalau anaknya dikuburkan di sini (Tritunggal), ibunya di Badge. Karena waktu lahir, dia operasi caesar, diperintahkan kalau meninggal, dia harus dikubur di tempat kelahirannya.”

Baca Juga: Perspektif Adu Malam Ini, Drama di Belakang Layar Penerus Jokowi

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *