Gus Yahya Singgung Soal Ancaman Politik dentitas di Pemilu 2024 Sama Seperti 2014 & 2019

Gus Yahya Singgung Soal Ancaman Politik dentitas di Pemilu 2024 Sama Seperti 2014 & 2019

Xukai – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Gus Yahya menghadiri peluncuran buku berjudul “Proceedings of the R20 International Summit of Religious Leaders” di Balai Senat Tata Usaha Universitas, Jumat (4/8/2023) . Dalam keynote speech-nya, Gus Yahya mengisyaratkan adanya ancaman politik identitas pada Pemilu 2024 mendatang.

“Dengan adanya pemilihan umum mendatang yang akan Anda adakan pada Februari tahun depan, orang berbicara tentang ancaman politik identitas,” kata Gus Yahya dari UGM, Jumat (4/8/2023).

Gus Yahya mengatakan, masyarakat melihat bahwa politik identitas dapat meningkatkan kerugian sipil bagi masyarakat, seperti yang terjadi pada pemilu tahun 2019 lalu. Hal itu setidaknya terlihat pada dua pemilu terakhir yang menurutnya merupakan pengalaman terburuk terkait politik identitas sebagai masyarakat. menggunakan agama sebagai senjata untuk mendapatkan dukungan politik untuk menyerang orang lain.

Gus Yahya menilai bahwa persoalan ini memiliki akar yang sangat luas dan dalam dalam wacana ajaran agama. Di sisi lain, membawa agama ke dalam politik merupakan motif atau naluri pemeluk agama untuk membawa agama ke ranah publik dan sosial. Di sisi lain, orang menilai agama hanya untuk ruang pribadi individu.

Logika ini membuat orang percaya bahwa ketika agama di perkenalkan ke ruang sosial dan publik, maka akan menimbulkan persaingan antar agama yang berbeda.

“Tentu berbahaya membiarkan agama bersaing untuk mendominasi di ruang publik dan sosial, karena kita saat ini hidup dalam kelompok yang berbeda, kelompok yang berbeda agama hidup berdampingan. Lingkungan yang sama. Jadi jika kita membiarkan pertempuran seperti itu terjadi, itu akan menimbulkan bahaya besar bagi keamanan dan stabilitas masyarakat,” tambahnya Seluruh.”

Gus Yahya juga menyinggung soal bagaimana agama juga melahirkan peradaban manusia. Sejarah peradaban manusia mencatat bagaimana agama berperan besar dalam kebangkitan setiap peradaban besar di dunia.

“Anda bisa melihat peradaban Mesir, Roma kuno dan Roma Kristen, dan Anda bisa melihat Islam dan Arab. Dan setiap kali sebuah peradaban muncul, agama memainkan peran vital atau bahkan peran utama,” katanya.

Gus Yahya percaya bahwa agama bertujuan untuk membangun peradaban dan membantu mengembangkan peradaban. Artinya agama memiliki peran dalam pembangunan ruang sosial, konstruksi dan struktur sosial secara keseluruhan.

Mengingat pentingnya peran agama dalam membangun peradaban, R20 mencoba mencari cara agar dapat terus mendukung agama namun pada saat yang sama tidak menimbulkan masalah.

“Makanya penciptaan inisiatif R20 adalah menghentikan utang sebagai sumber masalah dan mulai menjadikannya sebagai sumber solusi,” ujarnya.

Baca Juga: Arilangga Temui 3 Ketua Dewan Golkar dan Tentukan Arah Politik

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *