HNW Siap Dukung Langkah Konstruktif NU Soal Kepemimpinan Pemilu di 2024

HNW Siap Dukung Seruan Muhammadiyah Soal Kepemimpinan Pemilu di 2024

Xukai Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendukung langkah konstruktif yang di lakukan pimpinan Muhammadiyah dan NU terkait ke pemimpinan moral.

HNW meminta semua pihak, bukan hanya calon presiden 2024, untuk menindaklanjuti seruan ini guna mencapai moral leadership pada pemilu 2024 mendatang.

“Saya mendukung penuh sikap pimpinan pusat Muhammadiyah dan Northwestern University yang merupakan dua ormas terbesar di Indonesia dan lahir jauh sebelum Indonesia merdeka, sehingga tidak hanya calon presiden, tetapi semua pihak harus mengikuti dan mematuhi ini. panggilan penting,” kata HNW dalam keterangannya, Minggu (28/5/2023).

Hal itu di sampaikan HNW saat memberikan khotbah pada pembukaan Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Issa ke-9 di Seto Babkan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5) lalu.

Gagasan ke pemimpinan etis di cetuskan saat Ketua Umum Pengurus Besar Muhammadiyah Haider Nashir dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkunjung ke kantor PBNU, Kamis (25/5) lalu.

HNW berharap seruan ini di laksanakan oleh calon presiden dan wakil presiden, partai yang mencalonkan presiden, serta masyarakat Indonesia.

Dukungan HNW di Pemilu 2024

Ia menegaskan, imbauan ke pemimpinan beretika ini juga perlu di penuhi oleh penyelenggara dan pengawas pemilu, khususnya KPU dan Bawaslu.

“Agar posisi demokrasi masyarakat yang telah memilih ke pemimpinan moral dapat di pertahankan, agar tetap percaya pada demokrasi dan hasilnya, ketika prinsip moral kejujuran juga akan menjadi pedoman yang serius bagi semua pihak, khususnya penyelenggara pemilu (KPU). ) dan pengawas pemilu (Bawaslu), lanjut HNW.

HNW menambahkan, advokasi ke pemimpinan etis sangat penting dan harus di perhatikan oleh pemerintah, baik di pusat maupun di daerah. Apalagi, kata dia, sebagian besar kepala daerah menjelang Pilkada 2024 merupakan eksekutor yang tidak di pilih oleh rakyat sehingga perlu menunjukkan sikap imparsialitasnya.

Ia menekankan, “Hal ini juga perlu di sampaikan kepada Polri dan TNI. Ketidakberpihakan pemimpin juga merupakan bagian dari implementasi ke pemimpinan yang beretika dengan rasa keadilan seperti yang di usung oleh ormas Universitas Nil dan Muhammadiyah. ”

Menurutnya, ajakan pimpinan Muhammadiyah dan Universitas Nil itu juga sejalan dengan TAP MPR No. VI/MPR/2001 tentang etika kehidupan berbangsa yang masih berlaku sampai sekarang.

“Ke pemimpinan yang beretika dalam pemilihan juga dapat di capai dengan menyadari bahwa prinsip-prinsip pemilihan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur ​​dan adil sebagaimana di atur dalam Pasal 22e Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 benar-benar di laksanakan, dia menjelaskan.

“Oleh karena itu, sangat penting ide-ide besar dari pimpinan Muhammadiyah dan Universitas NU yang sesuai dengan prinsip konstitusi, cita-cita reformasi dan ajaran agama di dengar oleh semua pihak yang terkait dengan pemilu 2024, bukan hanya capres dan kader saja.

Agar mereka efektif dan memiliki kemampuan untuk memberikan ke pemimpinan nasional 2024 Etis, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif.

Baca Juga: Simak Kekuatan Survei 3 Nama Cawapres Anies Muncul ke Publik

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *