Ketum PPP Sebut Pesan Megawati Soal Cawapres Ganjar Pranowo

Ketum PPP Sebut Pesan Megawati Soal Cawapres Ganjar Pranowo

Xukai Ketum PPP Mardiono beri pesan ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri soal cawapresyang mau dampingi Ganjar Pranowo.

Hal itu di katakannya saat di tanya soal peluang Sandiaga uno menjadi wakil Ganjar di Pilpres 2024.

“Pesan ibu Mega untuk semua capres dan cawapres harus di perhatikan dengan baik-baik. Bagaimana suksesi kepemimpinan ini bisa berlanjut untuk pembangunan bangsa kita,” ujar Mardiono di Denpasar, Bali, Senin (14/8).

Mardiono mengatakan kualitas seorang pemimpin lebih penting dari sekedar melihat latar belakang partainya.

Berbagai tantangan di dalam dan luar negeri menanti. Apalagi Indonesia juga akan memiliki bonus demografi yang harus di tingkatkan untuk kemajuan Indonesia.

“Ini lebih penting daripada calon presiden dari partai mana PPP atau bukan. Kami sepakat PDIP dan PPP akan mengutamakan pemimpin yang bisa memenuhi kebutuhan Indonesia ke depan,” ujar Mardiono.

Mardiono kemudian mengatakan PPP dan PDIP memiliki hubungan baik yang sudah terjalin sejak lama. Sebelumnya PPP di bentuk pada 5 Januari 1973, sedangkan PDI di bentuk pada 10 Januari 1973.

Selama ini PDIP dan PPP sudah sering bekerja sama dalam pemilihan presiden. Atas dasar itu, Mardiono meyakini kemitraan publik-swasta dan PDIP akan kuat pada 2024.

“Kalau ada PPP yang kuat, maka akan bekerjasama dengan PDIP (dan) PPP yang memimpin. Kalau PDIP di wilayah yang kuat, PDIP yang memimpin. Ini kerja sama politik yang di sepakati .”

Di ketahui, PPP juga menawarkan nama Sandiaga Uno kepada PDIP untuk di ajukan sebagai calon Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Sandiaga Uno merupakan kader PPP.

Namun, hingga saat ini mug tersebut belum teridentifikasi. Juga, pejabat PDIP Ahmad Basara tidak keberatan jika PPP keluar dari koalisi mendukung Ghanjar jika Sandiaga tidak terpilih sebagai wakil presiden.

“Tolong sekali lagi, kerjasama politik PDIP harus sukarela, tidak boleh ada paksaan, apalagi ancaman, dan lain-lain,” kata Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8).

Baca Juga: Demo Buruh Tolak UU Cipta Kerja Sejumlah Jalanan di Jakarta Macet Parah

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *