PAN Sudah Punya Kader Sendiri dan Tak Tertarik Untuk Dukung Kaesang di Depok

PAN Sudah Punya Kader Sendiri dan Tak Tertarik Untuk Dukung Kaesang di Depok

Xukai – Partai Amanat Nasional (PAN) belum berminat mendukung nama putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, di Pelkada Depok pada 2024.

Terlepas dari kenyataan bahwa pilkada masih jauh, baru November 2024 mereka harus mempersiapkan diri menghadapi pilkada. Selain itu, PAN memiliki calon walikota Depok sendiri yang berasal dari kader partai.

DPD PAN menyampaikan kepada Kota Depok memiliki kader-kader potensial untuk mengikuti konstelasi Pilkada 2024, salah satu nama yang di tahan adalah M. Hasbullah Rahmad.

Nama Hasibullah di sebut Sekretaris DPD PAN Kota Depok, Nur Hassan.

Nur Hassan mengatakan: “Kami punya Bang Has (Ketua Fraksi PAN DPRK Jabar H.M. Hasbullah Rahmad), Bang Igun (Ketua DPD PAN Kota Depok Igun Sumarno).

Menanggapi hal itu, Hasibulah mengaku masih fokus menuntaskan masa jabatannya di Republik Demokrasi Rakyat Jawa Barat dan mempersiapkan pemilu legislatif 2024.

Nantinya, partainya akan melakukan jajak pendapat dan melihat bagaimana tanggapan masyarakat atas pencalonannya di Pilkada 2024. Jika posisinya bagus, dia siap bertarung dan mencalonkan diri di Pilkada Depok.

Apalagi Hasabullah sudah mengenal Depok, mulai dari masalah transportasi, kemacetan, pengangguran, pengelolaan sampah, infrastruktur dan tata kota.

Dari sana, kita lihat apakah Depok bisa memperbaiki masalah tersebut. Ia juga mengajak hadirin untuk belajar bukan hanya angka, tapi konsep visi dan misi.

Hasabullah berkata, “Ini penting, mereka sudah memimpin kita selama 20 tahun, jadi sudah sewajarnya minimal 10 tahun sudah ada hasil yang maksimal.”

Menurut Ketua Dewan Kehormatan DPRD Jabar itu, pemimpin juga harus di dukung keberanian dalam mengambil kebijakan yang tidak populer di masyarakat.

Ia menjelaskan, “Ini memang berisiko, tapi kalau untuk kepentingan rakyat, kenapa harus takut.”

“Setidaknya beberapa persen bisa di ubah menjadi energi, tapi di TPA Cipayung, tumpukan sampahnya lebih dari 40 meter, sehingga Depok terancam darurat sampah jika tidak di tangani dengan serius.” Anggota DPRD Kota Depok untuk dua periode.

Timbunan sampah TPA Sibayong harus di olah menggunakan mesin khusus, sehingga mengurangi jumlah sampah di dalamnya.

“Karena di tempat lain akan banjir, di belakang Kali Pesanggrahan kali ini sudah tertutup sampah, dan aliran airnya di alihkan ke tanah warga,” kata Wakil Presiden DPRD Depok 1999 itu. Periode 2004, Walikota Badr Kamal.

Hasibullah menegaskan, sebagai kader, jika di tunjuk oleh Partai Progresif Demokratik untuk mencalonkan diri di Pelkada Depok 2024, dirinya mengaku siap. Namun, bicara persiapan saat ini, partainya dan kader NAP lainnya masih fokus memenangkan pemilu.

Suami Lucy Setiawan itu mengatakan, “Insya Allah saya siap, tapi saya menang pilkada dulu, baru dia bicara tahap selanjutnya dan pilkada Depok. Saya Samina dan Athona dengan pimpinan di DPP.”

Perjalanan Hasibullah di dunia politik tak selalu mulus, karena mantan penyair itu mencoba peruntungan pertamanya di provinsi tidak terpilih.

Pada periode pertama, saya memilih kelima, sebelum dua dapil Depok dan Bekasi masih terpisah. Setelah kalah, saya menjadi pengusaha batu bara. Pada periode berikutnya, saya akan berlari lagi sebagai anak bangsa. Tentunya saya harus siap dengan segala resiko dan konsekuensinya.”

“Dengan saya di DPRD, alhamdulillah Depok sudah memiliki 5 sekolah baru, terowongan, jalan provinsi sepanjang 11,5 kilometer mulus, gedung pengadilan rapi dan dapat di gunakan pada malam hari, dan setiap tahun bantuan Rutillai menerima tidak kurang dari 400-500 unit, Termasuk revitalisasi Setu Rawa Kalong dan Gatijajar.”

Hasabullah mengatakan, “Ini adalah bagian dari kontribusi saya untuk kota Depok sebagai dewan di Depok Ganda Bekasi.”

“Penunjukan dari partai, perintah dari ketum (Zulkifli Hassan) Ya saya jadikan mereka, sebagai kader saya harus sama dengan kader pimpinan, misalnya saya mencalonkan diri sebagai walikota dengan Kaesang, silakan. pergi sendiri atau tidak usah lari, hanya itu yang kami punya. Nama kadernya harus Semina dan Athuna.”

Baca Juga: PKS Sebut Karena Politik dan Anies Baswedan JIS di Anggap Buruk

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *