Simak Alasan PPATK Blokir Rekening Panji Gumilang

Simak Alasan PPATK Blokir Rekening Panji Gumilang

Xukai – Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menjelaskan mengapa rekening pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Zaytun, Panji Gumilang, di blokir.

Direktur Humas PPATK M Natsir Kongah mengatakan, larangan itu di lakukan agar modus penipuan uang tidak meluas.

Agar pelaku tidak terus menerus memanipulasi uang hasil penipuan tersebut. Kita lihat kasus duo (Rihana-Rihani), ini juga PPATK menghentikan sementara transaksi dari pelaku kejahatan,” kata Natsir mengutip Youtube PPATK, Jumat (14/7/2023).

Natsir mengatakan, salah satu dasar hukum pelarangan itu berdasarkan Pasal 1 angka 4 Peraturan Ketua PPATK Nomor 18 Tahun 2017.

“Dasar penghentian sementara kesepakatan kita lihat dari indikasi awal pencucian uang atau tindakan kriminal lainnya,” kata Natsir.

“Atau ada aset atau kekayaan yang di duga berasal dari tindak pidana,” ujarnya lagi.

Natsir mengungkapkan, alasan pemblokiran akun juga akan di selidiki terkait dengan tujuan transaksi, yang di ketahui atau tidak di ketahui pelaku.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, hingga 145 akun berisi kegiatan Pesantren Zaytun dan Panji Gumilang telah di bekukan.

Mahfouz mengatakan Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) telah di beritahu tentang komentar tersebut.

“Terkait tindak pidana pencucian uang, kami telah membekukan 145 rekening dari 367 yang di duga menurut PPATK terkait dengan kegiatan pesantren atau Zaytun, dan kegiatan Panji Gumilang,” kata Mahfouz saat di temui di Kantor Kemenko. . Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa (11/7/2023).

Menurut Mahfouz, PPATK menduga rekening tersebut berujung pada pencucian uang.

“Misalnya tindak pidana penggelapan, tindak pidana penipuan, tindak pidana pelanggaran lembaga. Itu pidana menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” kata Mahfouz.

“Itu semua di atur dalam konteks pencucian uang dengan penggelapan dan penipuan karena undang-undang pendirian,” katanya lagi.

Panji Gumilang di ketahui di laporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan ​​agama. Laporan itu sudah sampai tahap penyelidikan.

Kemudian, dalam proses penyidikan, Bareskrim juga menemukan tindak pidana ujaran kebencian.

Dua kasus yang melibatkan Panji Gumilang akan di masukkan dalam satu berkas perkara.

Sementara terkait novel Panji Gumilang, Bareskrim mengatakan akan berkoordinasi dengan PPATK

Baca Juga: Puan Maharani Sahkan UU Kesehatan, Hak Nakes Terpenuhi

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *