Terungkap Sosok Dimas yang Tega Bunuh Ayahnya di Bekasi

Terungkap Sosok Dimas yang Tega Bunuh Ayahnya di Bekasi

Xukai – Dimas Rismawan atau biasa di sapa Wawan (22) tega membunuh ayahnya, Widodo Cahya Putra (43), di Lapangan Satria, Kota Bekasi. Pelaku tampaknya di kenal sebagai kepribadian yang murung.

“Dia (Wawan) tidak mau di ganggu, tapi selama tidak di ganggu. Anaknya temperamental, selama di ganggu orang langsung di pukul,” kata Rico, tetangga korban. (36), saat di temui di rumahnya, Satria Square, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/1/2023).

Rico mengatakan Wawan tidak pernah berinteraksi dengan penduduk setempat. Pelaku juga di kenal sebagai orang yang pendiam.

“Kalau sama bapaknya ya (sering berinteraksi), kalau enggak pernah. Pulang dari mana, dari suruhan pun, langsung jalan, enggak pernah keluar,” jelasnya.

Lebih lanjut Rico mengatakan, keluarganya juga mengetahui Wawan telah di berhentikan dari Angkatan Darat Inggris. Riko mengatakan ini karena Wawan terlibat perkelahian dengan orang lain.

“Memang (dia tahu dia di pecat), tapi namanya orang tua, dia pasti gerombolan. Kalau kamu datang ke sini, itu karena kamu memukuli orang lain, di klub malam atau semacamnya, setelah minum, Dimas menyebut namanya. mengganggu atau tidak, tapi tidak mengganggu saya”

Dia melanjutkan, “Orang ini mungkin sedang minum, otomatis pikirannya terguncang, mendorong Dimas, memukul di tempat, dan mungkin di hentikan dari situ.”

Rico tahu Wawan baru dua tahun menjadi anggota TNI. Ia menjelaskan, Wawan sering bertengkar dengan teman sekamarnya. Hal ini di ketahui saat petinggi Wawan datang ke rumah Wawan.

“Bahkan dengan orang lain,” katanya, “dengan teman sekamarnya juga.”

Dia menambahkan, “Dia langsung mencari bosnya ke sini, berkelahi, tapi tidak mau bertanggung jawab. Mereka yang di asrama berkelahi dengan teman sekamarnya, satu kelas.”

Dimas dalam Proses Pemecatan di TNI

Kasus seorang anak di Bekasi yang ayahnya tewas di limpahkan ke Denbaum TNI. Pihak TNI menjelaskan mengapa kasus tersebut di tangani, menyebutkan pelaku Dimas Rasmawan alias Wawan (22) masih tercatat sebagai prajurit TNI dan sedang dalam proses pemecatan.

“Benar, masih dalam proses penerbitan KEP, jadi masih di proses oleh polisi militer,” kata Kepala Dinas Pendidikan Brigjen Hamim Tohari saat di hubungi, Jumat (30/6).

Karena PTDH Skep belum juga di bebaskan, Denpom kini menangani kasus pembunuhan tersebut. Hamim mengatakan, dokumen Skep PTDH masih dalam proses penerbitan.

Satria Polres Medan pun melimpahkan kasus pembunuhan pedagang sate Widodo Kahya Putra di Satria Medan, Kota Bekasi, Jawa Barat yang di duga di bunuh oleh anaknya, Dimas Rismawan (22), ke Detasemen Polisi Militer (Denbum) TNI. . Perkara status pelaku sebagai prajurit TNI di pindahtangankan.

“Makanya kami menyampaikan perkembangan dari hasil koordinasi dengan instansi terkait bahwa 338 kasus dugaan tersebut sudah di limpahkan ke instansi terkait yaitu Denbaum,” kata Kapolsek Medan Satria Kompol Nur Aksha Ferdianto Satria Polres Medan Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat. (30/6).

Baca Juga: Dewi Perssik dan Ketua RT Lakukan Mediasi Soal Penolakan Sapi Kurban

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *