Tiga Pekan Kampanye, Bawaslu Temukan 126 Dugaan Pelanggaran Pemilu

Tiga Pekan Kampanye, Bawaslu Temukan 126 Dugaan Pelanggaran Pemilu

Xukai – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 126 dugaan pelanggaran pemilu dalam tiga pekan kampanye Pemilu 2024. Dugaan pelanggaran tersebut meliputi kampanye di luar jadwal, penyebaran berita bohong, dan politik uang.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Lolly Suhenty mengatakan, dugaan pelanggaran tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Namun, sebagian besar dugaan pelanggaran tersebut terjadi di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

“Dari 126 dugaan pelanggaran tersebut, 70 di antaranya sudah di tangani Bawaslu,” kata Lolly dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/7).

Lolly mengatakan, dari 70 dugaan pelanggaran yang di tangani Bawaslu, 10 di antaranya sudah di sidang dan di putuskan bersalah. Para pelanggar tersebut di kenakan sanksi berupa teguran, denda, dan sanksi administratif lainnya.

Lolly mengatakan, akan terus memantau pelaksanaan kampanye Pemilu 2024. Dan juga akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi.

Berikut adalah jenis-jenis pelanggaran pemilu yang di temukan Bawaslu dalam tiga pekan kampanye:

  • Kampanye di luar jadwal

Dugaan pelanggaran ini terjadi ketika peserta pemilu melakukan kampanye di luar jadwal yang telah di tetapkan oleh KPU.

  • Penyebaran berita bohong

Dugaan pelanggaran ini terjadi ketika peserta pemilu menyebarkan informasi yang tidak benar atau menyesatkan tentang peserta pemilu lainnya.

  • Politik uang

Dugaan pelanggaran ini terjadi ketika peserta pemilu memberikan uang atau barang kepada pemilih untuk mempengaruhi pilihan mereka.

Masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran pemilu melalui call center 177. Dan juga membuka pos pengaduan di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Ten Hag Senang MU Bawa Pulang 1 Poin dari Liverpool

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *